<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.1.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pebbie.net</title>
	<link>http://blog.pebbie.net</link>
	<description>me, myself, and i</description>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 17:57:06 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Evolusi makna suatu istilah</title>
		<link>http://blog.pebbie.net/2009/08/27/evolusi-makna-suatu-istilah/</link>
		<comments>http://blog.pebbie.net/2009/08/27/evolusi-makna-suatu-istilah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 17:57:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peb</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bahasa dan istilah]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pebbie.net/2009/08/27/evolusi-makna-suatu-istilah/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu istilah baik berupa kata maupun frasa bisa memiliki dua cabang pemaknaan yaitu denotatif dan konotatif. Adapun pemaknaan yang umumnya dilakukan bergantung pada konteks dan pengasosiasian istilah dengan makna. Jika suatu istilah lebih sering digunakan secara konotatif baik positif maupun negatif maka akan membentuk &#8216;common sense&#8217; atau persepsi awal maka istilah tersebut menjadi konotatif, begitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu istilah baik berupa kata maupun frasa bisa memiliki dua cabang pemaknaan yaitu denotatif dan konotatif. Adapun pemaknaan yang umumnya dilakukan bergantung pada konteks dan pengasosiasian istilah dengan makna. Jika suatu istilah lebih sering digunakan secara konotatif baik positif maupun negatif maka akan membentuk &#8216;common sense&#8217; atau persepsi awal maka istilah tersebut menjadi konotatif, begitu pula dengan denotatif.</p>
<p>Sebuah operator telekomunikasi seluler baru-baru ini membuat sensasi di media dengan menggunakan istilah untuk nama &#8220;brand&#8221; program promosinya yang kemudian ditanggapi negatif oleh anggota komite badan regulasi telekomunikasi Indonesia. Anggota komite tersebut menilai istilah yang digunakan memiliki makna konotasi negatif yang tidak pantas digunakan khususnya di bulan ramadhan sekarang.</p>
<p>Proses &#8220;branding&#8221; sendiri merupakan sebuah usaha membelokkan pemaknaan suatu istilah yang diharapkan memberi keuntungan pada pihak yang mengusahakannya. Proses ini memanfaatkan sifat adaptif dari budaya manusia dalam mempersepsikan suatu istilah. Pada kasus istilah untuk program promosi salah satu operator telekomunikasi seluler tersebut, ada nilai positif yang bisa diambil yaitu memanfaatkan istilah yang &#8220;populer&#8221; untuk menarik perhatian sekaligus mengurangi pemaknaan konotasi negatif yang selama ini diamini oleh masyarakat. Jika istilah tersebut tidak digunakan dan mencari istilah lain yang memiliki makna positif maka mungkin yang terjadi adalah pembelokan makna menjadi tidak lagi positif (unsur komersialisasi/keuntungan satu pihak justru membuat makna istilah yang tadinya baik menjadi luntur). Padahal dengan menggunakan istilah yang sudah dibaptis sebagai istilah yang memiliki makna positif justru membiarkan istilah yang negatif menjadi tetap negatif. Kalau hal ini dibiarkan, lama-kelamaan istilah di bahasa Indonesia yang memiliki makna positif habis karena makna positifnya dilunturkan oleh kepentingan meraup keuntungan. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.pebbie.net/2009/08/27/evolusi-makna-suatu-istilah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pelajaran hidup dari supir angkot</title>
		<link>http://blog.pebbie.net/2009/08/19/pelajaran-hidup-dari-supir-angkot/</link>
		<comments>http://blog.pebbie.net/2009/08/19/pelajaran-hidup-dari-supir-angkot/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 17:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peb</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[sehari-hari]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pebbie.net/2009/08/19/pelajaran-hidup-dari-supir-angkot/</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah hilir mudik kota yang penuh kendaraan sehingga membuat jalan-jalan menjadi macet. Ada sebuah pelajaran tentang makna hidup dari orang yang mungkin seringkali dicemooh, supir angkot.
arti semangat
biarpun jalan sedang macet, supir angkot tetap berani menatap ke depan dan mengajak orang lain untuk maju bersama-sama. merasa kurang semangat menjalani keseharian? cobalah bercermin ke supir angkot.
arti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah hilir mudik kota yang penuh kendaraan sehingga membuat jalan-jalan menjadi macet. Ada sebuah pelajaran tentang makna hidup dari orang yang mungkin seringkali dicemooh, supir angkot.</p>
<p><strong>arti semangat</strong></p>
<p>biarpun jalan sedang macet, supir angkot tetap berani menatap ke depan dan mengajak orang lain untuk maju bersama-sama. merasa kurang semangat menjalani keseharian? cobalah bercermin ke supir angkot.</p>
<p><strong>arti berbagi</strong></p>
<p>walau mungkin implementasinya kadang tidak mengenakkan, di kalangan supir angkot yang satu trayek ada istilah &#8220;berbagi penumpang&#8221;. yang di belakang biasanya mengalah jika angkot yang di depan sudah &#8220;ngetem&#8221; hanya dengan keyakinan bahwa &#8220;tiap orang punya jatah rejekinya masing-masing&#8221;. </p>
<p>suatu ketika saya menonton tayangan BBC tentang kehidupan mamalia &#8220;the life of mammals&#8221;. saya jadi terpikir, bahwa mamalia ter&#8221;besar&#8221; yaitu paus tidak memakan &#8220;sesamanya&#8221;, melainkan ikan kecil dan plankton yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan populasi paus. mamalia karnivora tidak besar dibandingkan mamalia herbivora. </p>
<p>bahkan mamalia primitif seperti mamalia berkantung pun tidak perlu khawatir tidak mendapat &#8220;makanan&#8221;. Mungkin hanya manusia, mamalia yang paling serakah. ingin memiliki sesuatu yang melebihi kapasitasnya sendiri dan tidak jarang justru mengorbankan hak atau rizki manusia lainnya. Tidak jarang memang binatang jauh lebih &#8220;manusiawi&#8221; dibanding manusia itu sendiri. mungkin itulah mengapa, jarang sekali bisa menemukan manusia yang &#8216;besar&#8217;.</p>
<p><strong>arti jenuh</strong></p>
<p>saya termasuk orang yang cepat bosan. makanya salut dengan para supir angkot, yang tidak bosan-bosan setiap hari hanya melewati jalan yang &#8220;itu-itu saja&#8221; berkali-kali. </p>
<blockquote><p>terima kasih Bapak sopir! semoga senyum selalu menyertai anda. merdeka!</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.pebbie.net/2009/08/19/pelajaran-hidup-dari-supir-angkot/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi korban UU ITE karena mengeluh terhadap layanan kesehatan</title>
		<link>http://blog.pebbie.net/2009/06/03/jadi-korban-uu-ite-karena-mengeluh-terhadap-layanan-kesehatan/</link>
		<comments>http://blog.pebbie.net/2009/06/03/jadi-korban-uu-ite-karena-mengeluh-terhadap-layanan-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 03:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peb</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pebbie.net/2009/06/03/jadi-korban-uu-ite-karena-mengeluh-terhadap-layanan-kesehatan/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ibu bernama Prita mulyasari mendekam di tahanan kepolisian. Terpisah dari kedua anaknya yang masih berusia di bawah lima tahun yang disebabkan vonis pengadilan atas tuntutan Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera Tangerang terkait keluhan Ibu Prita yang dituliskan ke beberapa teman pribadinya yang entah oleh siapa ternyata menyebar ke mailing-list lain. 
Apakah pantas sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang ibu bernama Prita mulyasari mendekam di tahanan kepolisian. Terpisah dari kedua anaknya yang masih berusia di bawah lima tahun yang disebabkan vonis pengadilan atas tuntutan Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera Tangerang terkait keluhan Ibu Prita yang dituliskan ke beberapa teman pribadinya yang entah oleh siapa ternyata menyebar ke mailing-list lain. </p>
<p>Apakah pantas sebuah instansi yang bergerak di bidang kesehatan memisahkan seorang Ibu dari anak-anaknya yang masih balita? </p>
<p>Apakah UU ITE telah menjadi alat untuk menjerat kritik dan keluhan bagi pihak-pihak yang memiliki uang untuk menyewa pengacara dalam rangka menuntut?</p>
<p>Bukankah dahulu sudah banyak blogger yang mengeluh akan beberapa pasal dalam UU ITE yang terkait dengan pencemaran nama baik?</p>
<p>Mengapa negara pun diam saja mengetahui UU buatannya digunakan untuk menekan rakyat kecil (seorang ibu masih dianggap kecil dibanding instansi kesehatan)?</p>
<p>Mengapa Ibu Mulyasari ditahan di kepolisian padahal banyak koruptor yang hanya dikenakan tahanan rumah?</p>
<p>oleh sebab itu saya menyatakan mendukung <a href="http://ibuprita.suatuhari.com/?p=6">gerakan moral</a> untuk membebaskan Ibu Prita Mulyasari agar dapat segera dipertemukan dengan kedua anaknya.<br />
<a href="http://ibuprita.suatuhari.com/" target="_blank"><img src="http://ibuprita.suatuhari.com/wp-content/uploads/2009/06/banner-prita-234x60.gif" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.pebbie.net/2009/06/03/jadi-korban-uu-ite-karena-mengeluh-terhadap-layanan-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hari gini masih ngomongin ideologi?</title>
		<link>http://blog.pebbie.net/2009/05/24/hari-gini-masih-ngomongin-ideologi/</link>
		<comments>http://blog.pebbie.net/2009/05/24/hari-gini-masih-ngomongin-ideologi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 18:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peb</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pebbie.net/2009/05/24/hari-gini-masih-ngomongin-ideologi/</guid>
		<description><![CDATA[Menyingkapi pidato salah seorang calon yang katanya &#8216;pro rakyat dan menjunjung tinggi ideologi&#8217;. nothing personal about the person who spoke that. Hanya saja, perlu digaris bawahi bahwa frase tersebut merupakan hal yang kontradiktif dalam logika politik. Frase tersebut hanya akan digunakan sebagai jargon atau mantra politik. Sebagai sebuah kegiatan penyelesaian persoalan, frase tersebut jelas salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyingkapi pidato salah seorang calon yang katanya <u>&#8216;pro rakyat dan menjunjung tinggi ideologi&#8217;</u>. <em>nothing personal about the person who spoke that</em>. Hanya saja, perlu digaris bawahi bahwa frase tersebut merupakan hal yang kontradiktif dalam logika politik. Frase tersebut hanya akan digunakan sebagai jargon atau mantra politik. Sebagai sebuah kegiatan penyelesaian persoalan, frase tersebut jelas salah sasaran alias salah metode. </p>
<p>frase lainnya yang penuh kontradiksi (secara politik) adalah istilah atau label <u>partainya <em>wong cilik</em></u>. </p>
<p>alasannya adalah sebagai berikut..<br />
 <a href="http://blog.pebbie.net/2009/05/24/hari-gini-masih-ngomongin-ideologi/#more-129" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.pebbie.net/2009/05/24/hari-gini-masih-ngomongin-ideologi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kebangkitan Nasional dan Gerakan Pemuda untuk Pembaharuan</title>
		<link>http://blog.pebbie.net/2009/05/20/kebangkitan-nasional-dan-gerakan-pemuda-untuk-pembaharuan/</link>
		<comments>http://blog.pebbie.net/2009/05/20/kebangkitan-nasional-dan-gerakan-pemuda-untuk-pembaharuan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 10:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peb</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pebbie.net/2009/05/20/kebangkitan-nasional-dan-gerakan-pemuda-untuk-pembaharuan/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini 101 tahun yang lalu merupakan hari lahirnya organisasi boedi oetomo yang disepakati sebagai kejadian penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Terlepas dari kontroversi apakah 20 mei 1908 merupakan waktu yang tepat dalam mengindikasikan kebangkitan nasional, Ada hal penting yang perlu dimaknai bersama khususnya bagi saya dan anda yang merasa termasuk dalam generasi muda bangsa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini 101 tahun yang lalu merupakan hari lahirnya organisasi boedi oetomo yang disepakati sebagai kejadian penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Terlepas dari kontroversi apakah 20 mei 1908 merupakan waktu yang tepat dalam mengindikasikan kebangkitan nasional, Ada hal penting yang perlu dimaknai bersama khususnya bagi saya dan anda yang merasa termasuk dalam generasi muda bangsa ini (kecuali kalau sudah merasa mapan/tua atau masih anak-anak). Hal penting tersebut adalah bahwa pada masa itu, pemikiran-pemikiran yang revolusioner dan kreatif lahir dari pemuda-pemudi indonesia yang berpendidikan. Kita perlu sadari bahwa yang perlu menjadi ciri khas dari pemuda adalah pemikiran, bukan penampilan. Sungguh ironis memang jika kita melihat di media massa bahwa pemuda bangsa ini mulai dari remaja hingga dewasa-muda lebih mirip seperti kambing atau hewan ternak yang tidak memiliki pemikiran yang mandiri (minimal pemikiran, walaupun aspek kehidupan lainnya mungkin masih disubsidi orang tua). </p>
<p>Coba perhatikan, bagaimana perilaku remaja-remaja dalam mengikuti acara yang bersifat apresiasi (konser musik) atau pendukungan (supporter olahraga/sepak bola) yang diarahkan dengan dasar kesukaan / selera. lalu coba perhatikan di sekolah, seperti apakah makna kegiatan belajar mengajar di sekolah. Apakah sebagai sarana pelatihan berpikir kritis, atau sekedar rutinitas mengikuti doktrin masyarakat dan orang tua? Seperti apakah aktivitas para pelajar ini? mengangguk-angguk tanpa sadar di konser musik, atau menggeleng-geleng tanpa sadar kala dugem? atau mengelilingi etalase toko sambil menggerogoti kantong orang tua? </p>
<p>Coba perhatikan dampaknya terhadap perilaku mahasiswa. seperti apakah citra mahasiswa? orang berpenampilan necis bermobil mewah dan duduk diam bagai mayat di ruang kuliah? gerombolan yang mengisi ruang berita dengan kegiatan berkelahi baik antar mahasiswa yang berbeda jurusan/kampus ataupun dengan pihak lain polisi/masyarakat?</p>
<p>Coba perhatikan dampaknya setelah lulus dari kuliah dan berkeluarga? &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.pebbie.net/2009/05/20/kebangkitan-nasional-dan-gerakan-pemuda-untuk-pembaharuan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apalah arti satu suara</title>
		<link>http://blog.pebbie.net/2009/05/16/apalah-arti-satu-suara/</link>
		<comments>http://blog.pebbie.net/2009/05/16/apalah-arti-satu-suara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 14:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peb</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pebbie.net/2009/05/16/apalah-arti-satu-suara/</guid>
		<description><![CDATA[di pemilu legislatif yang lalu.. berjuta suara hilang pun hasil pemilu sesuai prediksi.. untuk pilpres sekarang? masihkah slogan &#8220;suara lo ngaruh!&#8221; relevan?
&#8211; retoris
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>di pemilu legislatif yang lalu.. berjuta suara hilang pun hasil pemilu sesuai prediksi.. untuk pilpres sekarang? masihkah slogan &#8220;suara lo ngaruh!&#8221; relevan?</p>
<p>&#8211; retoris</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.pebbie.net/2009/05/16/apalah-arti-satu-suara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Common sense pembunuhan karakter di Indonesia</title>
		<link>http://blog.pebbie.net/2009/05/05/common-sense-pembunuhan-karakter-di-indonesia/</link>
		<comments>http://blog.pebbie.net/2009/05/05/common-sense-pembunuhan-karakter-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 01:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peb</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pebbie.net/2009/05/05/common-sense-pembunuhan-karakter-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Pembunuhan karakter (character asassination) merupakan praktik yang sudah lumrah terjadi di Indonesia sebagai metode politik praktis. Mulai dari tingkatan kepemimpinan nasional, tokoh nasional, selebriti, tokoh masyarakat, hingga diskusi antar personal. 
perpolitikan nasional pun lebih kejam lagi. praktik pembunuhan karakter yang dimulai oleh orde baru semenjak penjatuhan rezim orde lama oleh revolusi orde baru hingga masa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembunuhan karakter (character asassination) merupakan praktik yang sudah lumrah terjadi di Indonesia sebagai metode politik praktis. Mulai dari tingkatan kepemimpinan nasional, tokoh nasional, selebriti, tokoh masyarakat, hingga diskusi antar personal. </p>
<p>perpolitikan nasional pun lebih kejam lagi. praktik pembunuhan karakter yang dimulai oleh orde baru semenjak penjatuhan rezim orde lama oleh revolusi orde baru hingga masa sekarang ini (pasca orde baru). Pada masa orde baru pun praktik ini mengalami klimaks dengan adanya bonus. bonus yang dimaksud adalah, jika pembunuhan karakter tidak berhasil maka dilanjutkan dengan pembunuhan fisik, makanya pada masa menjelang akhir orde baru kasus-kasus orang hilang pun mulai terangkat ke permukaan. Bahkan tokoh vokal yang menyuarakan orang-orang hilang pun turut dibunuh dan hingga sekarang masyarakat Indonesia berhasil dicuci otak dengan melupakan kasus-kasus tersebut terutama otak intelektual di balik kasus-kasus pembunuhan baik karakter maupun fisik.</p>
<p>Adapun kasus pembunuhan karakter yang paling mutakhir di Indonesia adalah dijadikannya ketua KPK (komisi pemberantasan korupsi) sebagai otak intelektual di balik kasus pembunuhan pengusaha dengan motif wanita dan uang (pemerasan). </p>
<p>Terlepas dari betul atau tidaknya hal tersebut, Indonesia tentu merupakan negara yang menarik tempat terjadinya hal-hal yang ajaib. selama bertahun-tahun penyangkaan terhadap otak intelektual kasus kriminal menjadi hal yang mustahil sekarang bisa berlangsung dengan spontan. Bahkan mantan jenderal yang menjadi rahasia umum sebagai otak intelektual kasus semanggi pun sekarang malah mendapat dukungan dalam jalur menuju kepemimpinan nasional.</p>
<p>Sebagai pribadi, saya agak bingung harus kagum dengan siapa. Bangsa ini, atau Tokoh yang selalu berhasil mencuci otak bangsa ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.pebbie.net/2009/05/05/common-sense-pembunuhan-karakter-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>STOP SPAM dan Pembodohan lewat bisnis palsu via internet</title>
		<link>http://blog.pebbie.net/2009/04/18/stop-spam-dan-pembodohan-lewat-bisnis-palsu-via-internet/</link>
		<comments>http://blog.pebbie.net/2009/04/18/stop-spam-dan-pembodohan-lewat-bisnis-palsu-via-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 16:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peb</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pebbie.net/2009/04/18/stop-spam-dan-pembodohan-lewat-bisnis-palsu-via-internet/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya membuka halaman permintaan facebook dan menemukan undangan grup yang katanya &#8216;Bisnis Online via Internet&#8217;. Setelah saya baca baik-baik deskripsi di halaman grup tersebut dan meluncur ke link yang diberikan (tentu tanpa menulis referal yang ada di link tersebut) saya sangat kecewa sekaligus senang. kecewa karena saya menyadari ini adalah usaha yang memanfaatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya membuka halaman permintaan facebook dan menemukan undangan grup yang katanya &#8216;Bisnis Online via Internet&#8217;. Setelah saya baca baik-baik deskripsi di halaman grup tersebut dan meluncur ke link yang diberikan (tentu tanpa menulis referal yang ada di link tersebut) saya sangat kecewa sekaligus senang. kecewa karena saya menyadari ini adalah usaha yang memanfaatkan kebodohan pengguna internet yang awam dan salah satu sumber masalah yang justru jadi momok di infrastruktur jaringan (internet pada umumnya) yaitu SPAM. &nbsp;  </p>
<p>ada beberapa kelemahan dari sistem ini yang akan saya jabarkan. <br />
1. sistem ini mengandalkan keberlangsungan dari bisnis ini melalui uang dari member baru. uang yang didapatkan ini akan dibagi-bagi melalui struktur hierarki yang dibangun. klaimnya mungkin sistem ini bekerja seperti pahala, sekali berbuat, manfaatnya seumur hidup. faktanya yang terjadi adalah penipuan struktural. member baru pun nggak mau rugi jadinya member baru ini akan berusaha mati-matian, bahkan yang ada di hierarki di atasnya pun ikut membantu karena satu hal. <strong>kalau tidak ada member baru maka tidak akan ada uang yang akan dibagi-bagi.</strong> Salah satu kepercayaan yang ditanamkan kepada kandidat anggota baru adalah &#8220;<font face="Verdana"><span class="font" style="line-height: 120%; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"><font face="Verdana">Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia yg mencapai 6 juta orang lebih per tahun</font></span>. <font color="#ffffff"></font><font face="Verdana">jauh lebih besar dibanding pertumbuhan peserta bisnis ini</font></font> &#8221; (dengan kata lain, 1 di antara seribu pasti ada yang kecele alias terlanjur ikutan. OMG, bagaimana mungkin PAHALA bisa didapatkan dengan keyakinan untuk MENIPU?). </p>
<p>2. Siapa penipu terbesarnya? penipu terbesarnya adalah yang menyatakan diri sebagai Webmaster (pengelola website sekaligus pemilik produk). mengapa saya katakan sebagai penipu? lihat skema pembagian uang (dari member baru) berikut : </p>
<p><font style="line-height: 120%;" face="Verdana"> - <font color="#0080c0">Rp 50.000</font> untuk </font><font style="line-height: 100%;" face="Verdana">Sp<font style="line-height: 120%;">onsor Level-1<em> <font color="#ff0000">(orang yg memperkenalkan bisnis ini kepada anda,</font></em></font><font color="#ff0000"><em><font style="line-height: 100%;" face="Verdana"><font style="line-height: 120%;" face="Verdana"> namanya <br />
</font><font color="#ffffff">-</font> <font style="line-height: 120%;">ada di pojok kanan atas</font></font></em><font style="line-height: 100%;" face="Verdana"><font style="line-height: 120%;"><em>) </em></font></font></font><font style="line-height: 120%;" face="Verdana"><br />
</font><font style="line-height: 120%;">- <font color="#0080c0">Rp 10.000</font> untuk Sponsor Level-2</font><font style="line-height: 120%;" face="Verdana"><br />
</font><font style="line-height: 100%;" face="Verdana"><font style="line-height: 120%;">- <font style="line-height: 100%;" face="Verdana"><font color="#0080c0">Rp 10.000</font></font> untuk Sponsor Level-3</font></font></font><font style="line-height: 120%;" face="Verdana"><br />
</font><font style="line-height: 100%;" face="Verdana"><font style="line-height: 120%;">- <font style="line-height: 100%;" face="Verdana"><font color="#0080c0">Rp 10.000</font></font> untuk Sponsor Level-4</font></font><font style="line-height: 120%;" face="Verdana"><br />
</font><font style="line-height: 100%;" face="Verdana"><font style="line-height: 120%;">- <font style="line-height: 100%;" face="Verdana"><font color="#0080c0">Rp 50.000</font></font> untuk Sponsor Level-5</font></font><font style="line-height: 120%;" face="Verdana"><br />
- <font color="#0080c0">Rp 50.000</font></font><font style="line-height: 100%;" face="Verdana"><font style="line-height: 120%;"> untuk Webmaster<em> <font color="#ff0000">(pengelola website sekaligus pemilik produk)</font></em></font></font></p>
<p>sang Webmaster aka pemilik produk sudah yakin sejak awal bahwa sistem ini suatu saat pasti akan runtuh jadi sang webmaster memasang skema bahwa bagiannya harus sama besar dengan yang menawarkan bisnis ini untuk mengurangi resiko sejak awal. Sepertinya istilah Mastermind lebih cocok daripada pemilik produk. Analoginya adalah misalnya ada seseorang yang ingin merampok, maka bagiannya tentu paling besar. Cara mencurangi sistem ini adalah misalnya saya jadi pemilik produk, saya akan buat beberapa duplikat &#8217;saya&#8217; yang akan saya tempatkan sebagai sponsor level 1, sponsor level 5 dan pemilik produk pada awal sistem.&nbsp; kalau tahap awal berhasil, maka uang yang diterima akan berlipat ganda. kalau sistem selanjutnya berhasil, maka setiap ada anggota baru sang mastermind akan mendapatkan lebih besar dari 50 % bagian.</p>
<p>3. Sebagai bagian dari produk yang dibeli (walaupun dicantumkan sebagai bonus) disediakan program untuk mendapatkan ribuan alamat email dalam hitungan detik. coba pikir baik-baik, selama anda memiliki alamat e-mail, berapa debit e-mail SPAM yang masuk? katakanlah 10 mail per-hari. lalu misalkan tiap file e-mail tersebut berukuran 10 Kilobita maka setiap hari anda akan menerima 100 Kilobita e-mail. katakanlah salah seorang yang sudah terlanjur menjadi anggota betul-betul mengirimkan e-mail berukuran 10 KB ke 1000 orang tersebut. maka satu orang akan berkontribusi mengirimkan 10MB setiap harinya. jika anggota sistem ini ada 100 orang, maka setiap hari ada data sampah yang muter-muter di jaringan sebesar 1GB. itu kalo ada 100, kalo 1000? udah 10 GB. itu kalo cuma ada satu sistem kayak begini, kalo ada 1000 juga? setiap hari ada 10 TB (~sepuluh pangkat 12) setiap harinya. Tahukah anda berapa energi yang dikonversi dari bahan bakar karbon yang dihabiskan untuk melakukan pembodohan ini? </p>
<p>kalau anda diberi wewenang mengirimkan 10 TB informasi per hari menyampaikan pesan ke seluruh Indonesia. bukankah isi pesan itu sebaiknya adalah pesan yang justru mencerdaskan bangsa bukan justru membodohi dan demi isi kantong sendiri?&nbsp; bukankah bangsa ini katanya sudah bosan dibohongi oleh koruptor? lalu apa bedanya webmaster atau mastermind so called bisnis ini dengan koruptor?</p>
<p>tega sekali seorang yang mengklaim sebagai teman melakukan hal seperti ini. </p>
<p>NB: Pada saat anda membaca tulisan ini di blog ataupun milis, saya sudah menghapus orang yang mengirimkan saya undangan terhadap bisnis palsu ini dari daftar berlabel &#8216;Teman&#8217;. Maaf.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.pebbie.net/2009/04/18/stop-spam-dan-pembodohan-lewat-bisnis-palsu-via-internet/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kebangkitan para mantan jenderal yang maju ke pencalonan presiden</title>
		<link>http://blog.pebbie.net/2009/04/15/kebangkitan-para-mantan-jenderal-yang-maju-ke-pencalonan-presiden/</link>
		<comments>http://blog.pebbie.net/2009/04/15/kebangkitan-para-mantan-jenderal-yang-maju-ke-pencalonan-presiden/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 04:21:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peb</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pebbie.net/2009/04/15/kebangkitan-para-mantan-jenderal-yang-maju-ke-pencalonan-presiden/</guid>
		<description><![CDATA[tapi kok munculnya setelah tuan besar jalan cendana almarhum ya?
mungkin kombinasi ini yang paling terlihat : 
(1) PD - PKS - PAN : SBY - Hidayat
(2) PDIP - Gerindra - Hanura : Prabowo - Mega, Sultan - Mega
pemain terakhir dari Golkar punya beberapa kemungkinan : 
- maju bersama (1) dengan mengusung JK kembali (SBY - [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tapi kok munculnya setelah tuan besar jalan cendana almarhum ya?</p>
<p>mungkin kombinasi ini yang paling terlihat : <br />
(1) PD - PKS - PAN : SBY - Hidayat<br />
(2) PDIP - Gerindra - Hanura : Prabowo - Mega, Sultan - Mega</p>
<p>pemain terakhir dari Golkar punya beberapa kemungkinan : <br />
- maju bersama (1) dengan mengusung JK kembali (SBY - JK menggantikan kombinasi SBY- HNW)<br />
- maju bersama (2) dengan mengusung Sultan HB (Sultan - Mega)</p>
<p>sepertinya memang golkar sejak awal sudah menempatkan diri sebagai pemain kunci dengan memancing publik lewat berbagai pertemuan politik pra-pemilu namun tetapi tidak menentukan siapa yang dicalonkan dari partai golkar secara resmi.</p>
<p>dari dua kemungkinan tsb, sepertinya besar kemungkinan golkar akan kembali berkoalisi dengan PD. Mungkin kalau menilai kekuatan politik, golkar sebaiknya bergabung dengan poros PDIP, tetapi tokoh-tokoh yang ada di dalamnya malah semakin identik dengan tokoh-tokoh yang ada pada masa orde baru padahal dengan rekam jejak partai golkar bersama partai demokrat, sudah ada perbaikan citra partai golkar yang dulunya terlalu diasosiasikan dengan pemerintahan orde baru. selain itu, di poros kedua ada lebih dari 2 kekuatan politik yang sama besar sehingga biarpun golkar mendapat porsi suara yang cukup besar di legislatif, dalam pemerintahan hasil koalisi akan jadi &#8216;terlalu ramai&#8217; dan sulit dikendalikan. kondisi yang sepertinya tidak menjadi hal yang menarik bagi partai golkar. </p>
<p>mari lihat besama-sama saja..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.pebbie.net/2009/04/15/kebangkitan-para-mantan-jenderal-yang-maju-ke-pencalonan-presiden/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengejaran hacker TI KPU - takut atau tak mampu?</title>
		<link>http://blog.pebbie.net/2009/04/14/pengejaran-hacker-ti-kpu-takut-atau-tak-mampu/</link>
		<comments>http://blog.pebbie.net/2009/04/14/pengejaran-hacker-ti-kpu-takut-atau-tak-mampu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 07:19:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peb</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.pebbie.net/2009/04/14/pengejaran-hacker-ti-kpu-takut-atau-tak-mampu/</guid>
		<description><![CDATA[setelah baca di sini, jadi penasaran. apakah sebetulnya sang pelaku benar-benar sudah diketahui atau hanya sebuah alasan yang dibuat semanis mungkin bahwa sebetulnya pihak berwajib tidak mampu mengejar bahkan mengidentifikasi pelakunya?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>setelah baca di <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/04/14/084702/1115008/398/pengejaran-hacker-sistem-ti-kpu-bak-buah-simalakama">sini</a>, jadi penasaran. apakah sebetulnya sang pelaku benar-benar sudah diketahui atau hanya sebuah alasan yang dibuat semanis mungkin bahwa sebetulnya pihak berwajib tidak mampu mengejar bahkan mengidentifikasi pelakunya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.pebbie.net/2009/04/14/pengejaran-hacker-ti-kpu-takut-atau-tak-mampu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
