Di tengah hilir mudik kota yang penuh kendaraan sehingga membuat jalan-jalan menjadi macet. Ada sebuah pelajaran tentang makna hidup dari orang yang mungkin seringkali dicemooh, supir angkot.
arti semangat
biarpun jalan sedang macet, supir angkot tetap berani menatap ke depan dan mengajak orang lain untuk maju bersama-sama. merasa kurang semangat menjalani keseharian? cobalah bercermin ke supir angkot.
arti berbagi
walau mungkin implementasinya kadang tidak mengenakkan, di kalangan supir angkot yang satu trayek ada istilah “berbagi penumpang”. yang di belakang biasanya mengalah jika angkot yang di depan sudah “ngetem” hanya dengan keyakinan bahwa “tiap orang punya jatah rejekinya masing-masing”.
suatu ketika saya menonton tayangan BBC tentang kehidupan mamalia “the life of mammals”. saya jadi terpikir, bahwa mamalia ter”besar” yaitu paus tidak memakan “sesamanya”, melainkan ikan kecil dan plankton yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan populasi paus. mamalia karnivora tidak besar dibandingkan mamalia herbivora.
bahkan mamalia primitif seperti mamalia berkantung pun tidak perlu khawatir tidak mendapat “makanan”. Mungkin hanya manusia, mamalia yang paling serakah. ingin memiliki sesuatu yang melebihi kapasitasnya sendiri dan tidak jarang justru mengorbankan hak atau rizki manusia lainnya. Tidak jarang memang binatang jauh lebih “manusiawi” dibanding manusia itu sendiri. mungkin itulah mengapa, jarang sekali bisa menemukan manusia yang ‘besar’.
arti jenuh
saya termasuk orang yang cepat bosan. makanya salut dengan para supir angkot, yang tidak bosan-bosan setiap hari hanya melewati jalan yang “itu-itu saja” berkali-kali.
terima kasih Bapak sopir! semoga senyum selalu menyertai anda. merdeka!
Semoga dengan cerita ini, kita tidak akan pernah lupa bahwa hidup adalah perjuangan, yang harus dihadapi dengan senyum dan semangat..
Sukses untuk kita semua..