Menyingkapi pidato salah seorang calon yang katanya ‘pro rakyat dan menjunjung tinggi ideologi’. nothing personal about the person who spoke that. Hanya saja, perlu digaris bawahi bahwa frase tersebut merupakan hal yang kontradiktif dalam logika politik. Frase tersebut hanya akan digunakan sebagai jargon atau mantra politik. Sebagai sebuah kegiatan penyelesaian persoalan, frase tersebut jelas salah sasaran alias salah metode.
frase lainnya yang penuh kontradiksi (secara politik) adalah istilah atau label partainya wong cilik.
alasannya adalah sebagai berikut..
- pertama, rakyat dan ideologi dalam politik berada pada posisi yang berlawanan. dalam sejarah, kebijakan-kebijakan atau ideologi negara yang katanya memakmurkan rakyat lewat intervensi negara (sosialis dan komunis), ternyata malah cenderung korup di tataran pejabat negara dengan alasan menjaga ‘idealisme ideologi’.
- kedua, rakyat merupakan sistem yang tidak ideal sedangkan ideologi dibayangkan sebagai ideal. kedua hal ini tidak dapat berjalan beriringan, hanya bisa dipilih salah satu. maka, kalau bukan rakyat, maka ideologilah yang dikorbankan. jika dalam kondisi demikian, maka tokoh yang mengusung pun dapat dinyatakan ‘tidak adil’, namun karena ke-’tidak adil’-an ini sudah diumbar sejak awal kampanye. maka kesalahan terletak di konstituen yang memilih. salah sendiri tidak cukup pintar untuk tidak melihat ini sejak awal. oleh sebab itulah biasanya digunakan tokoh yang karismatik atau kalau perlu bawa aja nama orang yang sudah meninggal.
- ketiga, dengan menyatakan bahwa suatu partai adalah partai ‘wong cilik’ mengandung makna bahwa konstituennya tidak akan dimajukan (tetap menjadi wong cilik dan tidak akan jadi kaya) demi menjaga kesinambungan pendukung politik. jelas-jelas mendeklarasikan sebagai partainya wong cilik, berarti kalo si wong cilik ini udah kaya nggak akan lagi jadi pendukung (kehilangan suara) dan ini yang jelas akan diantisipasi. politik memang membingungkan.
akhir kata, pilihan ada di tangan anda.. ingin jadi ‘yang dicucuk hidungnya’ atau menjadi ‘pengintai pemakan daging’… pilihan anda adalah konsekuensi anda sendiri, silakan pertanggung jawabkan juga nanti hasilnya (bukan cuma yang dipilih yang diminta bertanggung jawab)..
lagipula alasan yang paling masuk akal bahwa manusia perlu politik adalah.. karena kebanyakan manusia tidak dapat berpikir dengan jernih..
ckck.. demokrasi - demokrasi.. komunis di atas demokrasi..
ideologi tanpa aksi konkret.. sama saja basa-basi..
kirain betul-betul mau deklarasi di tempat sampah.. ternyata sampahnya malah dikirim ke tempat lain supaya bisa dipake buat deklarasi.. baru deklarasi aja udah bikin masalah.. nanti kalo deklarasinya selesai, sampahnya kan harus dikembalikan ke tempat semula.. sudah pasti yang punya hajat nggak akan mau tahu dengan urusan ini.. biar wong cilik aja yang capek demi ambisi pribadi
1 Response to “Hari gini masih ngomongin ideologi?”