beberapa waktu lalu mendengar cerita ada perwakilan dari vendor produk yang menjual dengan cara membohongi pelanggannya. Dalam dunia teknologi informasi suatu produk bisa jadi merupakan kombinasi antara produk perangkat keras dengan perangkat lunak. Persaingan bukan hal yang mustahil bahkan justru merupakan hal yang lumrah. Bersaing bukan hal yang buruk bahkan sebetulnya dianjurkan agar perkembangan teknologi dapat dipercepat dan pengguna dapat menikmati layanan yang terus berkembang demi kepuasan pelanggan/pengguna teknologi.
Sayang sekali bahwa di Indonesia, ketidak jujuran menjadi hal yang juga lumrah. Jika suatu pihak belum (atau baru saja) menjadi pelanggan sudah dibohongi, bagaimana sang pelanggan merasa terjamin bahwa di masa depan pelanggan tersebut tidak akan dikecewakan?
Satu contoh kebohongan yang cukup jelas adalah mengatakan bahwa suatu produk (perangkat lunak) dari kompetitor tidak cocok atau tidak resmi dengan perangkat keras tertentu. Ketidakcocokan antara perangkat lunak dan perangkat keras bisa saja terjadi walaupun jarang sehingga bisa menjadi pengecualian untuk sementara. Namun, adanya kesepakatan usaha antara penyedia produk perangkat lunak dengan perangkat keras tidak serta merta menyatakan bahwa perangkat keras tersebut tidak cocok dengan produk perangkat lunak yang lain. Penyedia perangkat keras sepertinya tidak akan gegabah dengan menyempitkan pasar dengan hanya terikat pada satu produk perangkat lunak (sama saja bunuh diri). Kebohongan yang implisit juga bisa dikatakan jika sebuah klaim dibuat tanpa verifikasi dan validasi.
Pada akhirnya, jika pelaku dunia usaha melakukan persaingan yang tidak sehat yang akan dirugikan justru para konsumen. Sebegitu berhargakah nominal rupiah dibanding dengan kepuasan pelanggan?
0 Responses to “Kasihan”