Guru yang mengajarkan idealisme mengukur pencapaian dengan mengukur jarak sekarang dengan posisi ideal. kemajuan adalah posisi yang baru lebih dekat dibanding posisi sebelumnya. Para muridnya diajar untuk selalu berbuat semaksimal mungkin dengan melepaskan diri dari faktor-faktor pembatas.
Ada juga yang mengukur secara relatif, bahwa kemajuan adalah posisi manapun yang berbeda dengan posisi sekarang. kalau itu sih namanya gerakan belum berarti kemajuan. yang seperti ini umumnya sih politisi atau pemimpin yang dalam masa akhir jabatan atau masa pertanggung-jawaban.
kadang kita mengukur kesuksesan kita dengan melihat masa lalu, dan membandingkannya dengan posisi yang menurut kita meruapakan titik terendah dalam hidup. hal yang umum terjadi pada banyak orang, banyak yang menceritakan betapa menderitanya dia dulu, dan pada akhirnya berujar “lihatlah AKU sekarang!”.
Kalau ketiga hal tersebut digabungkan, mudah saja jadi pemimpin bangsa ini. yang jelas posisi ideal kita semua sudah sama-sama tahu, tinggal membuat posisi negara ini lebih buruk serendah-rendahnya melebihi posisi terendah dari posisi normal, lalu kembalikan ke posisi normal. setelah selesai pasang pengumuman a la proklamasi.
SAYA TELAH MEMAJUKAN BANGSA INI MELEBIHI SI-APAPUN!
dan rakyat yang bodoh pun sujud, dan sejarah kembali berulang.
0 Responses to “Mengukur Pencapaian”