Melirik sini dan komentar calon presiden simpatik tapi belum memiliki kendaraan politik di masa presiden independen belum didukung oleh peraturan negara.
Akankah terjadi hubungan pada waktu mendatang mengingat isu pertama menuai banyak kontroversi padahal yang dipublikasikan kebijakan internal sedangkan isu kedua sedang dalam proses mengumpulkan dukungan?
let’s just wait and see..
“Kita bangsa Indonesia Belum yakin calon Presiden dari Pimpinan Partai.”
Saya berpendapat, bahwa Indonesia, setengah menjalankan demokrasi, coba kita lihat dan saksikan, bahwa mengapa begitu banyak lahir partai baru, terihat dalam Pemilu 2009 mendatang ada 38 partai peserta pemilu. Ini adalah tanda gagalnya partai lama memberikan perhatian menyangkut keadilan, kesejahteraan dan pemerataan kesempatan di internal partai.
Partai lama itu adalah Golkar, PDI Perjuangan, PPP, PAN, dll.
Nah terlihat kebosanan/kejenuhan masyarakat terhadap partai besar mengusung calan presiden dari PDI P dan Golkar dan PPP dan PAN. Malah memilih SBY dari Partai Demokrat (bukti).
Untuk menunjukkan kepada bangsa Indonesia , bahwa masayarakat bosan dengan janji-janji partai-partai politik lama sehingga memimilih SBY JK , akan terjadi lagi ketidak percayaan masyarakat terhadap Partai ada saat ini, jika kran demokrasi tidak dibuka seluas-luasnya bagi Calon Independen. Karena di Internal Parta-partai saat ini, terjadi keegoisan pemimpin. Ya sudah jadi Ketum Partai, dan juga merangkap jabatan.Ada yang jadi Wapres Menteri dan lain-lain.Sehingga menutup regenerasi yuniornya untuk tampil.
Nah karena ketidak adilan dan azas pemerataan kesempatan inilah munculnya parati-partai baru.
Ini awal rusaknya demokrasi bangsa Indonesia. Saya tidak yakin kekompakan nasional dalam membangun ekonomi bangsa Indonesia bisa dicapai, jika masih partai seluruh yang yang ngurus bangsa ini.Masih banyak calon diluar partai dan lebih mampu memimpin bangsa ini. DPR saat ini bersama Mahkamah Konstitusi dan Lembaga Terkait lainnya. Harus segera meng-amndemen lagi UUD 1945 khususnya persyaratn Capres dan Wapres di Pemilu.
Dan tidak perlu khawatir, bilamana seorang Presiden terpilih bukan dari kalangan partai kemudian ia akan lemah. Nah disinilah bangsa Indonesia dituntut berbesar jiwa, khsusus di DPR, jika Presiden misalnya terpilih dari Independen dan Programnya bagus ya harus memberikan dukungan. Dan oposisi tetap harus karena itu adalah tugasnya sebagai lembaga kontrol negara.
Semoga bermanfaat
Ermas Andico Syamda
http://www.ermasandico.multiply.com
Renungan Malam Tahun Baru 2009 dan Kebangsaan Mengenang setahun Deklarasi
Forum Komunikasi Anak Bangsa
(FORKAB)
Tanpa terasa Forum Komunikasi Anak Bangsa (FORKAB) telah berusia setahun sejak di deklarasikan tanggal 31 Desember 2007 lalu. Memandang Bangsa Indonesia perlu mendapat perhatian serius. Karena bangsa Indonesia ditengah-tengah sibuk memperbaiki diri, telah memunculkan kekhwatiran banyak pihak, terutama yang murni berjuang secara luhur memajukan Indonesia, sementara banyak yang ambil kesempatan untuk menjadi populer tetapi sebenarnya mereka adalah musuh anak bangsa. Apa ciri-ciri penghianatan ini, adalah mereka melakukan kecurangan memperoleh amanah tetapi mereka koruksi, nepotisme dan KKN.
Apapun dilakukan orang lain yang bermaksud baik dimatanya selalu tidak baik, dan selalu menghembuskan; friksi, adu domba disana-sini, dan merasa senang berbeda dan kacau balau Indonesia ini. Apa sebenarnya keuntungan baginya. Sebagian kecewa tak dapat kesempatan di Legislatif dan Pemerintahan, dan terus berpetuah seolah-olah ia yang paling baik dan sempurna sebagai wakil rakyat atau ia lah pemimpin sebenarnya. Telah mewarnai perpolitikan bangsa Indonesia, dengan telah disetujui 38 Partai peserta pemili 2009. Dan yang tidak lulus verifikasi dan Faktual Departemen Hukum dan Ham dan KPU bergabung dengan yang lulus, sebagian terus meneriakan rasa tidak puasnya karena tidak dapat lolos sebagai peserta pemilu.
Cenderung akan ada upaya-upaya, yang ingin menggagalkan Pemilu 2009 dan ingin menggantikan rezik berkuasa saat ini.Jika Pemerintah saat ini tidak waspada, bisa menimbulkan malapetaka yang tidak diinginkan mayoritas bangsa Indonesia.
Benarkah Indonesia telah merdeka dan apa arti merdeka sesungguhnya bagi bangsa Indonesia saat ini?
Ketika bangsa Indonesia ditangan para penjajah, bangsa Indonesia tertekan/tertindas dan ingin lepas dari mereka, maka terjadilah proklamasi kemerdekaan yang dipimpin Soekarno dan Hatta.
Sehingga dalam pembukaan UUD 1945 dinyatakan, bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh karenanya penjajahan itu harus dihapuskan….. karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan.
Sudahkah bangsa Indonesia menikmati
kemerdekaan dan keadilan ?
Mungkin kata-kata diatas telah dinikmati sebagian atau segelintir saja umat bangsa Indonesia atau elite tertentu, tetapi bagaimana dengan fakta kondisional bangsa Indonesia lainnya dengan memperhatikan fakta berikut;
1. Masih banyak rakyat miskin bahkan menurut catatan Biro Pusat Statistik, angka kemiskinan Indonesia 40 juta orang dari total penduduk 240 juta jiwa, terhimpit oleh penderitaan kemiskinan tidak berdaya berbuat apa-apa,
2. Banyak mantan Pemimpin Indonesia tidak bisa menikmati kemerdekaannya, banyaknya kasus-kasus hukum yang membelenggunya (mantan presiden, Gubernur, Bupati, Wali Kota dan lain-lain),
3. Termasuk Presiden, Gubernur, Buptai/Wali Kota maupun Anggota DPR saat ini juga tidak dapat menikamti kemerdekaannya, merasa tidak aman dan nyaman, karena ingin mempertahankan tanggungjawab atas kepemimpinan dan kedudukannya ,
4. Bencana alam yang tidak diduga-duga datang silih berganti (banjir, gunung meletus, gempa bumi, tsunami datang mengahntam daratan),
5. Berbagai issue bahaya penyakit bahkan datang berjangkit,
6. Banyak kontestan Partai Peserta Pemilu 2009.
Pergolakan Daerah, Waspadai Munculnya Kaum Separatis Kembali
Bangsa Indonesia dengan kondisi saat ini, sejak runtuhnya rezim Orde Baru, yang semula ingin mereformasi diri, ternyata membuat kecewa sebagian besar bangsa Indonesia dan serta beberapa daerah, banyaknya muncul Partai baru, karena ternyata Partai Lama yang berkuasa tidak mengimbangi keinginan masayarakat pejuang kesejehateraan, keadilan, demokrasi dan lain-lain.
Jika pemerintah sekarang dan Para Tokoh Nasional tidak waspada dan ”tidak dapat memotivasi” hidup berbangsa dan bertanah air, maka dikhawatirkan munculnya pergolakan daerah seperti kejadian tahun 1957 PRRI Pemesta (Sumutera Tengah yang berpusatan di Bukit Tinggi Sumbar), Gerakan Aceh Merdeka, RMS, Papua Merdeka dan kelompok LSM/Ormas yang tidak puas. Dan bisa jadi Pemilu 2009 akan terancam, oleh karenanya semua harus menahanan diri dan waspada, dahulukanlah kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi kelompok dan golongan.
Fakta kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi di Indonesia saat ini sebagai suatu kemajuan demokrasi yang sangat pesat sekali , banyak sekali Partai-partai baru berdiri, LSM, Ormas bermunculan, apakah ini pertanda rasa persatuan kesatuan telah membias dan runtuh, kok sulit dipersatukan dan hanya ingin memenuhi ambisi kelompok tertentu saja,.apakah hanya itu yang dapat dilakukan bangsa dalam mengisi mengisi kemerdekaannya itu.? Pasti roh para pejuang sedih sekali jika ia menmgetahuinya yang telah habis-habisan berjuang baik pengorbanan materi, tenaga, darah bahkan nyawa beliau.
Dimana tempat/wadah demokrasi yang pas bagi rakyat dan bangsa Indonesia, serba membingungkan dan dimana tempat berlindung secara hukum dan ekonomi kadang tidak jelas bahkan banyak yang terzholimi tanpa disadari.
Apakah partai besar telah dapat mengakomodasi aspirasi
baik politik, ekonomi dan hukum rakyat
Indonesia.?
Kok juga banyak ORMAS dan LSM silih berganti menghujat sana-sini, terlihat di layar televisi silih berganti dan media cetak. Kadang-kadang perjuangannya tidak jelas tujuannya.
Apakah aspirasi rakyat/bangsa Indonesia belum dapat melaksanakan amanat UUD 1945 dan Panca Sila sebagai pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan syari’at Negara tersebut ingin dirubah dan bahkan telah diubah. Akibatnya terjadi ketidak adilan disana-sini.
Di Indonesia sering bahkan tidak henti-hentinya telah terjadi bencana alam melanda, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, kecelakaan lalu lintas baik darat, udara bahkan dilaut sering terjadi kapal tenggelam.
Disana sini hampir setiap hari kita saksikan baik langsung maupun dari media elektronik maupun cetak, terjadi demo, nuntut ini nuntut itu, dan kadang-kadang tidak jelas arahnya.
Sepertinya Pemerintah, dimana Presiden nya dipilih langsung oleh rakyat, dan sekarang setiap hari dihujat, kepada siapa seorang Presiden curhat atau berlindung, karena DPR pun kadang berseberangan.
Suatu tanda tanya apakah pemimpin Indonesia amanah pasti ia minta perlindungan kepada sang pencipta. Atau rakyatnya tidak bersabar dan berikhtiar melakukan zikir dan berdo’a.?.Jika semua bersama-sama melakukan secara konsekwen sesuai kewenangan masing-masing,maka negara tentu Taiyibun warobbun gofuur Negara yang penuh ampunan dan lindungan Allah SWT.
Kita lihat dan saksikan beberapa Program DPR kadang tidak diapresiasi oleh rakyat, sering terlihat di demo juga, padahal DPR itu mewakili rakyat.
Prestasi berbagai olah raga di iven International semakin menurun. bahkan Negara lain enggan untuk kerjasama dengan Indonesia, banyak pembatalan kerjasama di bidang ekonomi dan teknologi dalam berinvestasi di Indonesia.
Terorisme selalu
mengancam, ada apa dengan Indonesia ?
Sektor Pariwisata melorot tajam sebagai akibat bom Bali baru-baru ini, telah menghilangkan banyak nyawa wisatawan manca Negara.Wibawa Negara jatuh, sahabat kental saudara kita dari Negara lain berfikir lagi jalan-jalan di Indonesia, karena terus di warning oleh Pemerintahnya, agar hati-hati berkunjung ke Indonesia. Meski para pelaku dan tersangka telah dihukum mati, tetapi tetap saja bahaya internal akan selalu mengahantui bangsa ini dan para wisatawan manca negara.
Apakah yang terurai diatas meruapakan
sebuah krisis atau pertanda kemajuan?
Apakah sendi-sendi Negara dan Agama
runtuh di negeri yang kita cintai ini ?
Sedihkah kita sebagai anak bangsa melihat situasi
dan kondisi Indonesia saat ini ?
Pemimpin seperti apa yang kita perlukan kedepan?
Oleh karena memasuki tahun 2009, semua komponen anak bangsa hendaknya menahan diri, kita butuh Pemimpin Masa Depan yang Tegas Lugas dan Pandai Memotivasi Bangsa. Untuk mewujudkan ini perlu kesadaran bersatu untuk duduk kembali sama rendah, jika berat kita pikul bersama, bulatnya kata karena mufakat, sesuai baudaya bangsa kita….Inga…inga…..inga budaya kita bergotong royong. Yang lebih penting aturan negara/syariat negara yang menjadi pondasi bangsa jangan diubah tanpa kesepakatan nasional, artinya DPR saat jangan seenaknya melakukan perombakan ataupun perubahan yang jelas-jelas telah menimbulkan permusuhan, dengan kasus-kasus Pilkada, Otonomi Daerah dan lain sebagainya.
Dewan Pimpinan Nasional
Forum Komunikasi Anak Bangsa (FORKAB)
KH. Ir. Ermas Andico Syamda
Ketua Umum
INILAH CIRI-CIRI PEMIMPIN/ PRESIDEN YANG DIDAMBAKAN, YANG AKAN DIMULIAKAN ALLAH
Ole : Ir. KH. Ermas Andico Syamda
Saat ini kita bngsa Indonesia sibuk mengikuti/menyaksikan kampanye pasangan CAPRES DAN WAPRES dalam menyonsong pesta demokrasi Pemilihan Presiden dan Waki Presiden Indonesia. Merupakan fenomena baru bagi kemajuan demokrasi Bangsa Indonesia, syah-syah saja dan dilindungi oleh Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Inonesia Tahun 1945 dan merupakan syariat dalam berbangsa dan bernegara. Akan tetapi seyogianya para calan pemimpin itu, memperoleh pengetahuan dan pengertian yang cukup menjadi seorang pemimpin, karena nanti akan ditanya kepemimpinannya kelak apakah baik dan benar, jujur dan selalu melindungi rakyatnya dari kebodohan dan kemiskinan.Tidak hanya dipetanggunjawabkan diakhir masa kepemimpinannya, tetapi juga dipertanggunjawabkan juga di kahirat nanti tentang apa-apa yang telah dilakukannya selama di dunia.
Berikut adalah sebagai bahan renungan sebagai saudara sebangsa setanah air, menyangku khusus kepada calon pemimpin bangsa Indonesia, karena merupakan suatu amanah Allah untuk sebagai pemimpin dan merupakan suatu titipan Allahurobbi, menjaga alam ciptaan untuk hidup berdampingan di alam ini.
Sebagai rincian ayat yang menyangkut pemimpin didalam Islam ialah :
1. Iman yang benar kepada Allah/Cinta yang sangat kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa mengenal diri, mengenal alam dan mengenal Al-Qur’an. Selamat dari syirik “Pasti aman” dan akan didukung rakyatnya,
2. Iman kepada Akhirat, yakin adanya hari pembalasan, syurga dan neraka. Pola hidup yang panjang/yakin adanya hidup yang panjang/yakin adanya hidup sesudah mati. Selamat dari pemalas dan berlaku kejam/zalim.
3. Iman kepada Malaikat, yakin adanya penggawasan/WASKAT. Yakin syuting terus. “Pasti aman” dan Tentram.”.
4. Iman kepada Kitab, yakin Al-Qur’an adalah petunjuk hidup/proposal hidup bagi orang yang bertaqwa kepada Allah SWT, yang tidak ada tandingannya. Hidup yang bertentu tujuan, tidak akan terjerumus kepada ajaran yang sesat/selamat dari pelcehan agama. “Pasti Aman”,
5. Iman kepada Nabi/Rasulullah SAW sebagai contoh teladan hidup yang indah, selamat dari BID’AH. Rahmanatan lil alamin selamat alam semesta. “Pasti aman dan didukung Alam”
6. Memberikan sedekah – kepedulian sosial – sebagai jembatan emas berkasih sayang dan ;
a) Karib kerabat yang hidupnya susah “Pasti aman”,
b) Anak-anak yatim yang hidupnya terlunta-lunta. Mencegah kebrutalan/kenakalanm remaja. “Pasti aman”,
c) Orang-orang miskin yang susah; selamat dari perampokan dan penjarahan. “Pasti aman”,
d) Ibnu Sabil, orang yang sangat terdesak hidupanya. “Pasti aman”,
e) Orang yang meminta-minta, yang sangat terdesak hidupnya, tidak mendapat penghasilan, tidak mampu bekerja; selamat dari pengangguran (PHK). “Pasti aman”,
f) Kaum buruh/melepaskan mereka dari tindakan semena-mena/menghapuskan perbudakan/mencegah terjadi Revolusi Sosial “Pasti aman”,
7. Mendirikan shalat-shalat adalah tiang agama/tiang tidak kacau/kunci seluruh kebaikan/zikir dan Do’a yang indah – mecegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar. “Pasti aman”,
8. Membayar zakat, pembersih harta dan jiwa yang kumuh/benteng harta. “Pasti aman”,
9. Menepati janji, apabila berjanji. Disiplin yang tinggi/tepat waktu/ komitmen yang ditaati. “Pasti aman”,
10. Sabar menghadapi tantangan. Sabar mengandung unsur T-7. yaitu (tenang, Tahan, Tabah, Tekun, Teliti, Tanggulangi, Tawakal). Amat canggih kalau ditanamkan dalam hidup dan kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Itulah Iman yang benar dan mereka itulah yang benar-benar bertaqwa, PASTI SUKSES, SELAMAT DAN MULIA/AMAN, DAMAI, BAHAGIA DIDUKUNG RAKYAT DAN BANGSANYA.
Itulah yang dinamakan TAQWA yang sebenarnya. Dengan TAQWA akan terpelihara hidup dan kehidupan manusia dari bencana. Pasti aman
Kemudian hayati, pahami dan amalkan pula Surat Al-Anfal, ayat 2 s/d 4:
إِنَّمَا اْلمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ إِذَا ذُكِرَ الله ُوَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءآيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيْمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ. اَلَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ. أُولئِكَ هُمُ المُؤْمِنُوْنَ حَقَّا لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيْمٌ.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenarnya-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yang mulia.”
Maka kita akan hidup mulia dan terpelihara, terhindar dari bencana dan malapetaka. Selalulah berDo’a mohon kemuliaan dengan ilmu dan taqwa kepada Allah, dengan Al-Asma Al-Husna, diantaranya sebagai berikut:
يَاعَزِيْزُ عَزِّزَنَابِالْعِلْمِ وَالْكَرَامَةِ.
YAA ‘AZIIZU ‘AZZIZNAA BIL’ILMI WALKARAAMAH.
Ya Allah ya Tuhan kami Yang Maha Mulia/Perkasa!
Muliakanlah kami dengan ilmu dan karamah. (Pentingnya ilmu pengetahuan).
يَاكَرِيْمُ اَكْرِمْنَابِالِتَّقْوَى.
YAA KARIMU AKRIMNAA BITTAQWAA.
Ya Allah ya Tuhan kami Yang Maha Mulia!
Muliakanlah kami dengan ketaqwaan. (Pentingnya TAQWA yang benar).
Semoga tips diatas masukan dan merupakan tanggungjawab penulis sebagai anak bangsa, yang sedikit banyak membaca dan mempelajari tuntunan para nabiyullah maupun rosul-rosul-NYA. Hal ini sangatlah penting dipahami oleh seorang pemimpin, agar semua rakyat tunduk dan patuh kepada kepemimpinannya dimasa mendatang. Sehingga Negara kita Indonesia Toyyibun warrobbun Qofur ialah Negara yang memperoleh lindungan dan ampunan Allahurobbi.