Divide and Conquer Economically

Tahukah Anda?

di Indonesia, jumlah buku tentang pemasaran dan segala aspeknya jauh lebih banyak dan bervariasi di toko buku dibanding buku bertema akademik (state-of-the-art). Kalau dalam pikiran anda berpendapat buku-buku akademik kurang laku dijual, Anda dapat sedikit bersyukur bahwa Anda masih memiliki pola pikir rasional.  Dalam  beberapa tahun lagi  saya yakin  Anda akan hidup sukses dan bahagia

Tidak ada yang salah dengan penguasaan ilmu pemasaran.
Pemasaran adalah penghubung antara motor dan roda perekonomian. Sistem yang menjadi simulator akhirat di dunia. Jika ingin tetap hidup nyaman, maka taatilah aturannya. Jika tidak maka Anda sendirilah yang mengalami akibatnya.

Sejarah Indonesia telah mencatat, bahwa imperialisme telah mengubah keadilan sosial menjadi kesenjangan sosial. Seratus tahun lalu, bangsa ini mengalami proses bernama kebangkitan nasional melalui  politik etis yang diimplementasi dengan berfungsinya fasilitas pendidikan.
Sebuah fase yang mengganti sarung tangan kasar imperialis dari mode perbudakan ke mode yang lebih lembut walaupun di dalamnya tetap tersimpan jari-jari logam yang dingin dan keras. Mode perbudakan yang terlalu lama membuat traumatis sehingga menyadarkan sebagian penghuni bangsa untuk melawan. Hal ini bukan persoalan yang terlalu penting bagi imperialis. Masih ada cukup ‘penggerak’ bagi pasukan-pasukan yang akan menjadi pahlawan di tanah airnya untuk menumpas perlawanan ini.

Apa yang terjadi sebetulnya hanyalah mengganti strategi untuk persoalan yang sama. Pada suatu titik, buah dari ladang ekonomi pihak imperialis akan sampai pada keadaan yang stabil (asimptotik konstan) yang jelas melanggar aturan dasar ekonomi bahwa keadaan harus terus bergerak (monoton) naik. Di lain pihak muncul otokritik terhadap cara yang dipakai. Maka cukuplah kondisi untuk mengubah sekelompok budak menjadi buruh. Perlahan kesejahteraan meningkat. Diselingi beberapa bumbu konflik dan prestasi, jadilah bangsa yang matang. Matang untuk kembali dipetik buahnya untuk persembahan makanan raja-raja imperialis.

Kalau dalam imperialisme mode perbudakan diterapkan strategi adu domba berbasis saling merugikan. Maka imperialisme mode baru menerapkan strategi adu domba yang ’saling menguntungkan’. Seperti inilah dunia kita sekarang, seratus tahun sudah kita hidup dalam neo-imperialisme.

Selamat kepada bapak-bapak yang telah membangun bangsa ini untuk bangkit. ya, bangkit. Dalam ruang kartesian dan planar maka bangkit merupakan perubahan keadaan yang signifikan; obat penenang yang tidak membuat kecanduan karena efek halusinasi yang kronis. Dalam manifold bola, maka bangkit didefinisikan sebagai pergerakan dalam arah yang sama. Ya! arah yang sama (alias sama saja).

Kalau sekarang mau dibangkitkan lagi. Bisa jadi sarung tangan yang lama sudah usang sehingga jari-jari yang dingin dan keras sudah mulai terasa di permukaan dan mulai membuat tidak nyaman.

0 Responses to “Divide and Conquer Economically”


  1. No Comments

Leave a Reply




Kron terbaru

Disclaimer

tulisan yang ada di sini merupakan pendapat berdasarkan pengalaman pribadi penulis. penulis tidak bertanggung-jawab terhadap segala kerusakan dan keburukan lainnya setelah membaca blog ini. jika ingin mengutip, silakan sertakan link yang merujuk ke blog ini.

Perihal

Nama : Peb Ruswono Aryan
Sebutan : Peb, Pebbie, pe-e-be (peb dieja per huruf)
Kelamin : Male
Tahun Lahir : 1986
Pekerjaan : Tukang Pijat... Keyboard laptop ;;)
Hobi : tidur, minum susu
Olah raga : Wushu, Renang
Habitat : Lab GAIB Informatika ITB, RadioKampus ITB, codena.co.id

lembaran lain

Cari

 

June 2008
S M T W T F S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
  • about me

  • Blogroll

  • Digital Mark Reader (DMR)

  • GameDevId

  • Inside ITB

  • reklame