Pernahkah anda membayangkan sebuah dunia yang menggunakan sistem ekonomi yang berbeda dengan yang sekarang berjalan? Jika Anda mendengar judul di atas, apa yang muncul dalam pikiran Anda?
Menurut saya, sebuah sistem ekonomi sukarela dideskripsikan sebagai sistem ekonomi yang memiliki ciri-ciri berikut :
- Produsen tidak mematok harga. Dalam artian, produsen hanya menentukan nilai dari barang yang dijadikan objek transaksi namun tidak menjadi syarat perlu agar transaksi dapat terlaksana.
- Konsumen menentukan harga secara sukarela.
Hal yang mungkin terjadi dalam sistem ekonomi ini adalah bahwa kepemilikan suatu barang dengan harga nol (gratis) mungkin terjadi dan bukan tindakan yang melanggar hukum. Salah satu contoh yang mungkin mirip dengan deskripsi di atas IMHO adalah industri perangkat lunak open-source.
Agar sistem ini dapat berjalan, kondisi-kondisi yang harus terpenuhi yang terpikirkan oleh saya antara lain :
- barang tidak memiliki sifat kelangkaan (scarcity) tetapi tetap memiliki nilai yang bisa digunakan di sistem lain (ekonomi konvensional). dengan kata lain, masih melibatkan uang.
- keterbatasan sumber daya lainnya dibiayai secara gotong royong (subsidi silang). Jika menurut teori ekonomi yang digunakan sekarang, maka ada konsumen yang membeli barang melebihi harga pokok. Banyaknya kelebihan dari harga pokok ini tergantung dari apresiasi konsumen terhadap barang yang diperjual-belikan.
- apa lagi ya?
Saya jadi penasaran karena saya tidak mempunyai pengetahuan yang cukup untuk melakukan analisis ekonomi. Adakah yang bisa membantu membuat analisis mengenai bagaimana kondisi minimum yang harus dipenuhi agar sistem ini bisa berjalan lancar (sustainable). Aspek yang terpikirkan oleh saya diantaranya :
- psikologis subjek yang terlibat (produsen dan konsumen)
- kapasitas ekonomi pelaku pada sistem yang sedang berjalan (ekonomi konvensional)
- regulasi dari pemerintah?
- dst.
0 Responses to “Menyoroti Ekonomi Sukarela”