Disclaimer
Tulisan di bawah ini bukan merupakan bagian dari kampanye kandidat manapun.
Hari ini saya cukup terkejut ketika akan sholat jum’at di Mesjid Salman ITB. Sepertinya lahan baligo dan spanduk di ITB tidak cukup sampai-sampai seluruh lahannya terpakai untuk baligo. Walaupun banyak juga baligo berisi kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan pemilihan ketua ikatan alumni itb. Lama-kelamaan risih juga rasanya melihat atribut-atribut kampanye.
Bingung juga jadinya, nanti pilih siapa yah? kurang lebih delapan hari lagi pemilihannya akan diadakan. Mungkin saya akan memilih di kampus saja, itupun kalau saya ingin ikut memilih (ada keinginan untuk tidak ikut).
Ada beberapa hal yang jadi fokus saya hari ini seputar pemilu ia-itb.
- Kandidat yang kampanyenya paling meriah (baca:mahal) tapi jarang bicara di milis. Sekalinya bicara malah menjual mimpi.
- Kandidat yang profesinya di bidang IT tapi baru punya blog ketika akan mencalonkan diri.
- Kandidat yang untuk mencalonkan diri sampai berhutang.
Sepertinya hanya tiga hal itu saja yang cukup menarik perhatian. Tidak seluruhnya negatif, ada juga yang cukup inspirasional walau tidak fenomenalâ„¢ (meminjam istilah Kusmayanto Kadiman).
Ada beberapa pendapat dari alumni lain (Pak Budi 1 2, dan Pak Rin) yang saya jadikan pertimbangan dalam menilai kandidat ketua. Tapi masih bingung juga mau memilih siapa, mungkin karena saya juga tidak berharap apa-apa dari ikatan alumni. (*kecuali kalau ikatan alumni bisa membantu saya untuk menghasilkan 100 jt dalam waktu 6 bulan..hohoho…*)
0 Responses to “Pilih siapa jadi ketua IA-ITB?”