Hari ini akhirnya kembali lagi ke kampus setelah kemarin berhalangan pergi karena diserang demam karena flu. Seperti biasa sampai di lab, membuka laptop, terhubung ke internet, membaca feeds komentar blog, melihat blog-blog yang judulnya menarik, memeriksa mail, … , hingga akhirnya memutuskan untuk membuat tulisan baru di blog ini.
Salah satu hal yang menjadi topik dalam kepala saya adalah mengenai penelitian di ITB. Kenapa? memangnya saya sudah jadi orang yang bertanggung jawab dalam hal penelitian ITB? jawabannya bukan. Sebagai pekerjaan, saya bukanlah orang yang tampil langsung dalam panggung penelitian ITB. Peran saya baru sampai pengamat dan penikmat berita-berita penelitian yang dilakukan di ITB (paling tinggi juga jadi figuran, hehehe..).
nge-fans kok sama penelitian?
penyebab dari hal ini sebenarnya ada banyak hal, selain dari minat pribadi, latar belakang keluarga yang membuat saya sempat mengalami inferiority complex. Sejak saya masuk ke ITB tahun 2002 silam, banyak waktu saya pada saat itu dihabiskan untuk mengunjungi perpustakaan pusat maupun jurusan (kutu buku? whatever lah..). Salah satu hal yang menjadi perhatian saya adalah penelitian-penelitian yang dilakukan oleh program studi tempat saya belajar. (Begitulah ceritanya dahulu..)
Setelah beberapa tahun berlalu. kini saya masih menyempatkan waktu untuk menyimak berita-berita penelitian dari ITB melalui situs ini, ini, dan ini. Ada beberapa hal yang kurang menyenangkan dari ketiga situs ini. Ya, situs ini cukup basi. Coba perhatikan, tanggal berapa terakhir ketiga situs ini mengalami perubahan (dengan hal baru tentunya)? penelitian itb hanya seperti ini? sungguh menyedihkan... Tidak heran banyak orang mempertanyakan, Apa saja sih yang dilakukan dosen ITB? Apa saja sih manfaat konkret ITB yang isinya merupakan orang-orang cerdas? Yah, mau bagaimana lagi.
Walaupun dalam media massa umum, atau melalui situs utama ITB yang menceritakan banyak hal. Apalagi konferensi yang diadakan di ITB baik dalam skala nasional maupun internasional juga tidak sedikit. apalagi yang diadakan di tempat lain, tentunya tidak sulit untuk mencari makalah yang ditulis oleh dosen dari ITB.
Hari ini baru saja mengunjungi kembali situs proceeding ITB. Situs ini merupakan situs yang berisi jurnal yang dipublikasi oleh ITB. Terakhir kali mengunjungi situs ini hanya terdapat dua buah seri jurnal yaitu seri science dan seri engineering science. Waktu itu tanggal terakhir publikasi jurnal adalah Tahun 2006!. Jurnal yang terbit setahun dua kali ini, biasanya tidak banyak isinya (bisa jadi untuk tiap edisi hanya 4 makalah!). Walaupun demikian, ternyata ada yang berbeda hari ini. Perubahan yang saya lihat adalah telah muncul dua seri baru yaitu seri ICT (Information & Communication Technology), serta seri Visual Art & Design. Rupanya kesedihan saya selama ini agak terobati (walaupun tetap saja menyedihkan
).
Selain publikasi penelitian yang berada dalam skala ITB. ternyata dalam skala yang lebih kecil yaitu dalam topik ICT atau TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), Sekarang sudah ada situs khususnya. Situs pertama adalah situs Pusat Penelitian TIK (PPTIK) yang dibuat khusus sebagai VRC (Virtual Research Centre) atau Portal untuk seluruh riset yang dilakukan oleh PP tersebut. Situs kedua adalah jurnal khusus tentang informatika. Kembali yang akan saya sorot yaitu, betapa menyedihkannya kedua situs ini. Jurnal informatika edisi terakhir yang ditampilkan adalah tahun 2003! jauh lebih parah dibandingkan proceeding ITB. Padahal, Tugas akhir/tesis/dan penelitian di Informatika kan juga tidak sedikit. Apalagi produk hasil riset yang sudah dapat dinikmati publik telah ada sejak lima tahun yang lalu (bahkan produk tiruannya juga sudah banyak di pasaran).
Jelas saja dalam webometrics, ITB tidak termasuk 100 besar di Asia.
Maaf kalau saya tidak memberikan komentar…
Saya hanya ingin bertanya:
Apakah ITB Bisa membantu masyarakat yang membutuhkan?
Kalau iya, saya sedang membutuhkan bantuan….
Saya ingin bercerita terlebih dahulu.
Saya berasal dari suku pedalaman. dahulu nenek saya menemukan sebuah tanaman yang katanya bisa menymbuhkan malaria tropika. dahulunya saya tidak percaya tetapi karena saya telah mencoba tanaman tersebut kebeberapa orang yang menderita malaria dan sembuh dalam 2 hari, saya menjadi percaya..
yang saya butuhkan ialah:
apakah tanaman ini bisa juga menyembuhkan penyakit lain yang disebabkan nyamuk? kandungan apa saja yang terkandung dalam tanaman tersebut? Jika Pihak ITB ingin membantu penelitian ini, harap hubungi saya di moses.fernando@gmail.com, dan akan saya kirim sampel tanamannya. Terima Kasih
salam, saya akan forward pesan anda ke dosen/pusat penelitian yang bersangkutan. terima kasih atas informasinya.