sindrom menulis hal-hal teknis di blog

Sudah sejak seminggu ini nggak posting hal-hal yang terjadi di luar pribadi (mengelak disebut narsis). Salah satu penyebabnya adalah kondisi badan saya yang kurang sehat alias batuk2 dan pilek, kondisi cuaca yang kurang memungkinkan untuk cepat sembuh karena bandung setiap hari hujan (kecuali hari ini, sudah seharian nggak turun hujan..agak mendung sih, tapi tidak hujan). Penyebab lainnya adalah terlalu asik ngublog™(ngubek blog), Menulis proposal pendanaan penelitian (hari jum’at hingga senin lalu), dan mencari-cari cara melakukan sesuatu di Windows yang tidak terdokumentasi di help.

Beberapa hal yang saya temukan selama ngubek-ngubek blog lewat aggregator, blog search engine seperti Google blogsearch dan wpfind adalah kasus penjiplakan artikel saya  yang saya ceritakan di posting sebelumnya dan hal lain yang ingin saya ceritakan di tulisan ini. Sesuai dengan judul, saya melihat pola akhir-akhir ini banyak blogger baru bermunculan yang membuat saya menjadi alergi (kok ujung-ujungnya saya lagi? hehe) yaitu membuat tulisan yang bersifat teknis, definitif dan panjang (sepertinya copy-paste dari karya ilmiah atau buku).

Memang kenapa kalo menulis hal-hal yang teknis? so what gitu looh..?


Mungkin kebanyakan orang tidak masalah, atau mungkin hal ini merupakan salah satu tahapan untuk mempopulerkan blogging sebagai kebiasaan untuk menulis. Hal yang membuat saya alergi adalah karena saya merasa tidak sesuai dengan tempatnya. Kalo mau menulis hal yang teknis dengan gaya bahasa yang membuat ngantuk seperti itu sebaiknya tulis di wiki. Terserah penulisnya tentang bagaimana seharusnya menulis, karena ini tulisan di blog saya maka terserah bagi saya untuk berpendapat - selama pendapat saya tidak mendiskreditkan individu secara eksplisit :P - .

Oke, kembali ke pendapat saya mengenai menulis pada tempatnya. Alasan saya berpendapat seperti itu adalah tulisan yang sifatnya memaparkan seperti dalam buku teks kuliah dan semacamnya itu supaya mempermudah dalam melakukan temu balik informasi (information retrieval). OK, jumlah pengunjung blog anda akan naik karena ’seolah-olah’ memberikan jawaban yang dianggap ‘relevan’ oleh mesin pencari. Tapi dampaknya menurut saya justru buruk, dari segi apresiasi pengunjung blog anda terhadap tulisan anda. Letak kelemahannya adalah blog anda dikenal tidak menarik karena lebih lengkap mencari di wikipedia. pengunjung akan malas berkomentar karena anda tidak menuliskan opini anda dalam tulisan anda. Dan ujung-ujungnya anda akan malas dengan sendirinya sehingga umur blog anda akan segera basi. Sama seperti situs-situs web pada jaman primitif dulu. konten statis dan tidak mengundang komentar. Biarpun berisi definisi dan referensi, lebih baik orang akan mengutip referensi yang anda pakai dalam menulis.

Hal kedua yang membuat saya (tambah) alergi adalah menulis yang teramat panjang. Mungkin istilah saya berlebihan, mungkin juga tidak. Coba bayangkan jika anda menemukan sebuah tulisan yang isinya adalah copy-paste dari sebuah dokumen cetak (dokumen teknis atau karya ilmiah). Apakah anda akan tetap membaca? udah nunggu untuk halaman blog supaya selesai supaya bisa dibaca dengan nyaman, ternyata isinya malah tidak menarik. jadinya lesbang™ (males banget..) deh.

komentar terakhir, kalo nulisnya rada panjang. Coba pecah-pecah dengan menggunakan ’spasi’ antar paragraf. (o i really miss the netiquette).

Jadi teringat ke tulisan seorang blogger dari GMSM (ga mau sebut merek, a la rime) yang katanya blogger yang kuliah di kampusnya bikin postingan yang gampang dicerna dan gamblang. Pada kenyataannya dari sebuah solusi bernama aggregator yang katanya juga jadi salah satu penyebab kenapa jumlah pengunjung blog orang sekampusnya rada rendah ternyata justru memberi bukti bahwa beberapa kontributor aggregator tersebut menulis seperti yang saya ceritakan di paragraf sebelumnya. (OK stop ngomongin orangnya, :P).

Sepertinya tulisan saya kali ini juga cukup panjang. Saya minta maaf dan terima kasih bagi yang setia mengorbankan waktunya membaca tulisan ini sampai selesai. ;)

4 Responses to “sindrom menulis hal-hal teknis di blog”


  1. 1 rime Nov 4th, 2007 at 8:06 pm

    hehehe.. nama gua kepelem euy..

    setuju.. tulisan seorang blogger akan menjadi ‘populer’ bila paling tidak merupakan karya orisinil..

    dan tentu saja yang memperhatikan etika, hehehehe… (bahas aja teruuuusss.. hahaha.. xD)

  2. 2 Youfan Nov 27th, 2007 at 10:02 pm

    Gara-gara kamu bilang gak bagus nulis hal-hal yang bersifat teknis, aku jadi jarang nulis hal-hal yg bersifat teknis lagi di blogs… :mrgreen: Padahal aku gak njiplak tulisan orang laen looh… >_Hal kedua yang membuat saya (tambah) alergi adalah menulis yang teramat panjang.

    Tulisanmu kali ini panjaangggg… :mrgreen:

  3. 3 peb Nov 29th, 2007 at 10:30 am

    hahahaha… berarti tulisan gw bikin lo alergi dong! :lol:
    gw lagi ngamatin tulisannya blogger-blogger baru yang kayaknya dikasi tugas sama dosennya (termasuk yang menjiplak tulisan gw di wiki gdi). hehehe…

    gw sering jg kok nulis yang ‘rada teknis’ sampe pake source-code.. :D

  4. 4 ir Nov 20th, 2009 at 6:32 am

    ????
    numpang lewat aja gannn
    http://sariwangi.wordpress.com/

Leave a Reply




Kron terbaru

Disclaimer

blog ini merupakan blog pribadi. Tulisan yang dipublikasikan merupakan pendapat berdasarkan pengalaman pribadi penulis. dengan membaca tulisan yang ada di sini penulis dilepaskan dari tanggung-jawab terhadap segala kesan, kerusakan, dan keburukan lainnya setelah membaca blog ini. jika ingin mengutip, silakan sertakan link yang merujuk ke blog ini. Tulisan di blog ini dibuat berdasarkan kapasitas penulis sebagai individu.

Perihal

Nama : Peb Ruswono Aryan
Sebutan : Peb, Pebbie, pe-e-be (peb dieja per huruf)
Kelamin : Male
Tahun Lahir : 1986
Pekerjaan : Tukang Pijat... Keyboard laptop ;;)
Hobi : tidur, minum susu
Olah raga : Wushu, Renang
Habitat : Lab GAIB Informatika ITB, RadioKampus ITB, codena.co.id

lembaran lain

Cari

 

November 2007
S M T W T F S
« Oct   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
  • about me

  • Blogroll

  • Digital Mark Reader (DMR)

  • GameDevId

  • Inside ITB

  • reklame