Beberapa hari terakhir ini saya kembali menyentuh PHP untuk membuat aplikasi web. Hal ini merupakan pertama kalinya lagi saya memrogram dalam PHP sejak kehilangan laptop beberapa bulan lalu. Penyebab dari hal ini adalah dalam laptop yang hilang tersebut terdapat kode PHP saya yang masih menjadi prototip Mesin Sistem Informasi (IS Engine) yang belum sempat di back-up.
Istilah Mesin SI ini saya ambil dari Bpk Iping Supriana yang dimaksudkan sebagai Kode Perangkat lunak yang disusun sedemikian rupa sehingga untuk membuat suatu aplikasi SI hanya dibutuhkan deskripsi informasi dan abstraksi proses. Agak mirip dengan maksud istilah template programming dalam bahasa C++ namun istilah templating dalam dunia aplikasi web sepertinya terlalu berasosiasi dengan urusan desain daripada urusan pemrograman. Pendek kata, tujuan utama dari mesin SI tersebut adalah fleksibilitas. Jika ingin menambahkan modul layanan baru, maka perubahannya menjadi mudah. Fleksibilitas yang saya maksud berbeda dengan prinsip modular dalam artian pada prinsip pemrograman modular yang menjadi titik beratnya adalah pada penciptaan hubungan yang loosely-coupled sehingga meminimalkan ketergantungan. Sementara kode untuk modul baru tetap harus ditulis ulang dari awal (scratch).
Kembali ke sudut pandang kehidupan saya, kehilangan prototip ini membuat saya menjadi kehilangan semangat untuk memrogram kembali aplikasi web. Sampai beberapa hari yang lalu saya diminta bantuan oleh seorang teman untuk membuatkan aplikasi web. Disebabkan waktu luang saya yang tidak banyak karena sudah bekerja di codena, saya hanya bisa mengerjakan aplikasi ini setelah pulang kerja (mengorbankan waktu tidur).
Akhirnya setelah mencicil sedikit-sedikit saya bisa menyelesaikan aplikasi tersebut sambil mencoba merekonstruksi ulang kode untuk mesin SI. Hasil sampai saat ini baru sampai tahap modular, namun belum mencapai tahap fleksibel secara deskriptif. Walaupun begitu, dalam minggu ini saya merasa cukup puas karena entah kenapa saya juga terbawa semangat dan tidak mudah tertekan ketika mengerjakan pekerjaan kantor.
Moral dari cerita ini adalah (jadi teringat kuliah Pak Rin, hehehe)
jika merasa jenuh dengan persoalan yang sedang dihadapi, cobalah mengalihkan perhatian dengan menyelesaikan persoalan lain yang lebih sederhana atau lebih mudah
Kalau dipikir-pikir sebenarnya prinsip di atas mirip dengan ‘bermain’ (to play). Suatu permainan (game) merupakan model/metafora dari persoalan yang dihadapi dalam kehidupan yang disederhanakan sehingga dengan memainkannya timbul perasaan senang.
Iya setuju,
Yeah…… !!!!
yang disampaikan diatas kayaknya ada benernya tuh…
Dalam kedaan stress berat,
aku hobi main freecell, atau nyuci baju :b
terus hasilnya jadi bisa doa,
bisa tenang, bisa hening, bisa diskusi dengan diri dan Tuhan,
dan seringkali jadi nemu jalan dan kebenaran…
Karena hidup cuma sekali,
Ngapain dibikin susah,
Karena kesusahan yang kita alami hanya kesusahan biasa,
yang gak mungkin melewati kemampuan kita,
Karena Allah begitu setia dan adil,
gak mungkin kita diberi yang lewati batas kemampuan kita…
Karena hidup ini, adalah petualangan sesaat,
dari keabadian jiwa…
Kalo gak ada sulitnya, mana asyiik…
siip…
bagus bgt,,,semangat hidup kita bisa dapatkan melakukan hal-hal terkecil juga,,,lihat buat orang lain senyum juga bisa,,,ben kita jadi lebih merasa dibutuhin di sekitar,,,ok! bos,,,:D
q jg setuju…tu…
klo q keilangan semangat hidup,yang pertama q lakuin biasana dengerin musik biar mud lg….gt….klo dh mud scr g lgsg semangat yang ada dlm diri q jg ml tumbuh lg…keep your spirit..