Masih ingatkah kita tentang ceritera dengan setting pengadilan pejabat negara dengan tuduhan korupsi? proses pengadilannya berlangsung lama dan dekat dengan tema besar lain seperti hari raya atau isu yang lebih penting dipikirkan oleh rakyat miskin. Suatu ketika, sang tertuduh jatuh sakit sehingga proses pengadilan ditunda hingga kondisi terdakwa memungkinkan untuk proses pengadilan dilanjutkan kembali.
Waktu berlalu seiring dengan mengalirnya isu-isu yang lebih menyorot perhatian yang lebih hangat. Hingga suatu ketika masyarakat sudah lupa sama sekali dengan proses pengadilan pejabat yang dituduh korupsi ini. Akhir dari cerita ini pun sudah bisa ditebak yaitu sang terdakwa dibebaskan oleh pengacara bernama waktu.
Metode seperti ini merupakan salah satu teknik cuci-otak yang merupakan salah satu strategi politik yang biasanya dilakukan oleh diktator. Teknik ini dibahas dalam salah satu buku elektronik berjudul “The Brainwashing Manual” yang beredar di Internet.
Jika kita bercermin dalam sejarah pendek bangsa Indonesia, seberapa seringkah kita mendengar cerita di atas terjadi lewat berita di media massa? Apakah kita lebih tertarik dengan romantisme petualangan cinta selebriti dibanding dengan jatuh-bangun perjalanan bangsa ini yang dijadikan arena bermain para politisi busuk? Apakah seperti ini cerita yang akan kita sampaikan kepada anak-cucu kita tentang sejarah bangsa?
0 Responses to “Kaset Lama diputar Lagi”