Sudah sejak beberapa hari yang lalu, jalan-jalan di kota bandung sudah mulai lengang. Teringat biasanya ketika musim liburan terutama hari sabtu jalan-jalan di bandung khususnya sepanjang jalan THR Juanda atau yang lebih dikenal dengan nama Jalan Dago tersusun semrawut mobil-mobil yang mengunjungi factory outlet. Situasi sekarang justru tampak kontras. Pedagang makanan kaki-lima sudah mulai menghilang. Lokasi-lokasi kost mahasiswa pendatang yang biasanya riuh ramai berangsur-angsur sunyi. ya, saat-saat mudik lebaran seperti ini kota besar seperti Bandung dan Jakarta yang memiliki banyak penduduk pendatang menjadi sepi.
Walaupun dalam ajaran agama Islam disunahkan pada hari-hari terakhir di bulang Ramadhan untuk mengerjakan I’tikaf atau mendekatkan diri kepada Allah dengan meramaikan Baitullah, sepertinya hal ini tidak terlihat menonjol di Indonesia. Pada masa-masa ini keramaian publik justru bertempat di pusat-pusat perbelanjaan dan jalan-jalan antar kota. Media elektronik seperti televisi memberitakan banyaknya pegawai instansi pemerintah yang meliburkan diri padahal cuti bersama yang diputuskan pemerintah pusat belum dimulai.
Ramainya jalan dengan kendaraan pemudik kembali mengisi berita dengan cerita kecelakaan. Pengendara mobil berebut jalan dengan pengendara bermotor. Begitulah perjuangan yang harus dialami untuk merayakan hari besar di kampung halaman bersama keluarga. walau hanya untuk beberapa hari.
Di tempat lain, berita di televisi juga ramai dengan pembagian sembako. tidak jarang pembagian sembako ini menggunakan nama zakat. Anehnya disebut zakat fitrah tetapi pembagiannya tidak pada saat hari Iedul Fitri. Apakah orang-orang itu yakin akan tetap hidup hingga hari Iedul Fitri tiba? Walaupun tidak ada salahnya melakukan sedekah dalam waktu apapun. Kemirisan muncul ketika pembagian sedekah seperti ini diramaikan dengan kericuhan. Sebegitu menyedihkannya kehidupan rakyat miskin sehingga dalam proses menyampaikan pesan kasih sayang terhadap sesama pun diwarnai dengan kericuhan. Hal serupa terjadi ketika pasca bencana gempa di pulau sumatera. Penduduk yang marah dengan membuang-buang bahan makanan dikarenakan masih belum meratanya bantuan yang disampaikan oleh lembaga penyalur.
Hah, bangsa kita memang cukup membingungkan.
Salah satu yang bikin prihatin. Tapi ini kenyataan. Kenapa yah mereka lebih memilih Mall daripada Masjid…
Yang kadang bikin ngeri kalo ada kerabat keluarga mudik… Mudahan selamat sampai tujuan.
Nggak jelas maksud tulisanmu Peb…
Dikasih jantung minta hati…