Greedy Algorithm adalah metode algoritmis yang mempunyai prinsip mengambil alternatif yang dinilai terbaik untuk setiap keadaan. Kadang algoritma ini cukup optimal untuk suatu persoalan namun seringkali menghasilkan solusi yang merupakan local optima.
Heuristics adalah metode analisis yang bersifat intuitif sehingga sering disebut sebagai Rule of Thumb. Sifat dari heuristic adalah manfaatnya yang ditujukan pada cakupan kasus yang cukup sempit sehingga hasilnya menjadi optimal. Oleh sebab itu heuristik biasanya diterapkan sebagai optimisator algoritma yang lebih umum.
Dua metode di atas merupakan sebagian kecil dari berbagai macam metode algoritmik yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan.
Sehubungan dengan isu pencalonan sebagai Presiden RI pada tahun 2009 saya berpikir apakah mungkin kita menilai kualitas calon presiden dari karakternya dalam mengambil keputusan.
Saat ini yang saya pahami dari mempelajari bidang intelejensia buatan adalah strategi yang dapat disebut pintar atau cerdas adalah strategi yang bersifat fleksibel terhadap perubahan. Sifat fleksibel ini mungkin lebih sering disebut dengan istilah adaptif dalam makalah-makalah di bidang tersebut. Adapun karakteristik persoalan yang diselesaikan dengan teknik intelejensia buatan adalah informasi tentang persoalan yang bersifat inacurate, incomplete, dan uncertain.
Lantas apa hubungannya dengan calon presiden RI?
Setiap calon pastinya memiliki karakter atau watak dalam memimpin. Menurut saya, jika karakteristik calon tersebut hanya mengandalkan satu macam strategi untuk setiap persoalan. maka calon tersebut bukan merupakan calon yang cukup baik. Saat ini bangsa Indonesia dilanda berbagai macam persoalan dengan kerumitannya masing-masing. Bagi Saya, calon pemimpin bangsa ini seharusnya memiliki karakter yang tidak bersifat reaktif (algoritma greedy). Seharusnya calon pemimpin bangsa ini mempunyai strategi yang fleksibel.
This country needs an expert in solving various problems.
Saya jadi teringat dengan salah satu adegan dalam film kartun “Avatar : The Last Airbender”. Dalam adegan film tersebut diceritakan karakteristik suatu negara yang diasosiasikan dengan karakteristik elemen alam (air, udara, api, bumi).
Disclaimer
tulisan ini tidak dibuat untuk memberikan dukungan maupun mendiskreditkan siapapun.
kata mereka