Baru-baru ini saya bergabung dengan milis ikatan alumni ITB (secara sekarang saya sudah menjadi alumni, hehehe). Salah satu topik yang sedang hangat adalah mengenai pemilhan ketua ikatan alumni ITB. Kesan pertama yang saya dapatkan adalah milis yang terlalu ramai (sehari bisa lebih dari 30 surat yang muncul). mungkin perlu saya tekankan lagi kata terlalu. Saya jadi malas untuk membaca tiap surat satu-per-satu (*walaupun akhirnya dibaca juga kalau sedang bosan, hehehe..*). Aktivitas seramai itu seharusnya dijadikan forum diskusi (bulletin board) saja.
Saya sendiri masih belum paham, apa signifikansinya peran seorang ketua IA-ITB. Sampai saat ini saya masih berpandangan posisi tersebut sekedar pencapaian personal saja (baca: prestise pribadi).
Saya jadi teringat dengan komentar salah seorang dosen yang mengatakan bahwa alumni ITB terlalu banyak berdebat. Jika ada suatu ide maka alumni ITB akan berdebat (baca: berantem) dulu sampai akhirnya lelah sendiri dan ide yang tadi malah dicomot oleh pihak lain. Mungkin jika diukur berapa volume perdebatan dibanding volume tindakan akan jauh lebih berat volume perdebatan?
Akh, Tak tahulah.. saat ini saya hanya bisa jadi penonton saja (teringat ucapan pejabat jaman orde baru, hehehehe…jangan-jangan yang mengucap seperti itu alumni itb juga.. :P)
Kapan sih pemilunya? Hihihi pengen nyoblos untuk yang pertama kalinya nih