« Older Home
Loading Newer »

Jadi korban UU ITE karena mengeluh terhadap layanan kesehatan

Seorang ibu bernama Prita mulyasari mendekam di tahanan kepolisian. Terpisah dari kedua anaknya yang masih berusia di bawah lima tahun yang disebabkan vonis pengadilan atas tuntutan Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera Tangerang terkait keluhan Ibu Prita yang dituliskan ke beberapa teman pribadinya yang entah oleh siapa ternyata menyebar ke mailing-list lain.

Apakah pantas sebuah instansi yang bergerak di bidang kesehatan memisahkan seorang Ibu dari anak-anaknya yang masih balita?

Apakah UU ITE telah menjadi alat untuk menjerat kritik dan keluhan bagi pihak-pihak yang memiliki uang untuk menyewa pengacara dalam rangka menuntut?

Bukankah dahulu sudah banyak blogger yang mengeluh akan beberapa pasal dalam UU ITE yang terkait dengan pencemaran nama baik?

Mengapa negara pun diam saja mengetahui UU buatannya digunakan untuk menekan rakyat kecil (seorang ibu masih dianggap kecil dibanding instansi kesehatan)?

Mengapa Ibu Mulyasari ditahan di kepolisian padahal banyak koruptor yang hanya dikenakan tahanan rumah?

oleh sebab itu saya menyatakan mendukung gerakan moral untuk membebaskan Ibu Prita Mulyasari agar dapat segera dipertemukan dengan kedua anaknya.

Hari gini masih ngomongin ideologi?

Menyingkapi pidato salah seorang calon yang katanya ‘pro rakyat dan menjunjung tinggi ideologi’. nothing personal about the person who spoke that. Hanya saja, perlu digaris bawahi bahwa frase tersebut merupakan hal yang kontradiktif dalam logika politik. Frase tersebut hanya akan digunakan sebagai jargon atau mantra politik. Sebagai sebuah kegiatan penyelesaian persoalan, frase tersebut jelas salah sasaran alias salah metode.

frase lainnya yang penuh kontradiksi (secara politik) adalah istilah atau label partainya wong cilik.

alasannya adalah sebagai berikut..
Continue reading ‘Hari gini masih ngomongin ideologi?’

Kebangkitan Nasional dan Gerakan Pemuda untuk Pembaharuan

Hari ini 101 tahun yang lalu merupakan hari lahirnya organisasi boedi oetomo yang disepakati sebagai kejadian penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Terlepas dari kontroversi apakah 20 mei 1908 merupakan waktu yang tepat dalam mengindikasikan kebangkitan nasional, Ada hal penting yang perlu dimaknai bersama khususnya bagi saya dan anda yang merasa termasuk dalam generasi muda bangsa ini (kecuali kalau sudah merasa mapan/tua atau masih anak-anak). Hal penting tersebut adalah bahwa pada masa itu, pemikiran-pemikiran yang revolusioner dan kreatif lahir dari pemuda-pemudi indonesia yang berpendidikan. Kita perlu sadari bahwa yang perlu menjadi ciri khas dari pemuda adalah pemikiran, bukan penampilan. Sungguh ironis memang jika kita melihat di media massa bahwa pemuda bangsa ini mulai dari remaja hingga dewasa-muda lebih mirip seperti kambing atau hewan ternak yang tidak memiliki pemikiran yang mandiri (minimal pemikiran, walaupun aspek kehidupan lainnya mungkin masih disubsidi orang tua).

Coba perhatikan, bagaimana perilaku remaja-remaja dalam mengikuti acara yang bersifat apresiasi (konser musik) atau pendukungan (supporter olahraga/sepak bola) yang diarahkan dengan dasar kesukaan / selera. lalu coba perhatikan di sekolah, seperti apakah makna kegiatan belajar mengajar di sekolah. Apakah sebagai sarana pelatihan berpikir kritis, atau sekedar rutinitas mengikuti doktrin masyarakat dan orang tua? Seperti apakah aktivitas para pelajar ini? mengangguk-angguk tanpa sadar di konser musik, atau menggeleng-geleng tanpa sadar kala dugem? atau mengelilingi etalase toko sambil menggerogoti kantong orang tua?

Coba perhatikan dampaknya terhadap perilaku mahasiswa. seperti apakah citra mahasiswa? orang berpenampilan necis bermobil mewah dan duduk diam bagai mayat di ruang kuliah? gerombolan yang mengisi ruang berita dengan kegiatan berkelahi baik antar mahasiswa yang berbeda jurusan/kampus ataupun dengan pihak lain polisi/masyarakat?

Coba perhatikan dampaknya setelah lulus dari kuliah dan berkeluarga? …

Apalah arti satu suara

di pemilu legislatif yang lalu.. berjuta suara hilang pun hasil pemilu sesuai prediksi.. untuk pilpres sekarang? masihkah slogan “suara lo ngaruh!” relevan?

– retoris

Common sense pembunuhan karakter di Indonesia

Pembunuhan karakter (character asassination) merupakan praktik yang sudah lumrah terjadi di Indonesia sebagai metode politik praktis. Mulai dari tingkatan kepemimpinan nasional, tokoh nasional, selebriti, tokoh masyarakat, hingga diskusi antar personal.

perpolitikan nasional pun lebih kejam lagi. praktik pembunuhan karakter yang dimulai oleh orde baru semenjak penjatuhan rezim orde lama oleh revolusi orde baru hingga masa sekarang ini (pasca orde baru). Pada masa orde baru pun praktik ini mengalami klimaks dengan adanya bonus. bonus yang dimaksud adalah, jika pembunuhan karakter tidak berhasil maka dilanjutkan dengan pembunuhan fisik, makanya pada masa menjelang akhir orde baru kasus-kasus orang hilang pun mulai terangkat ke permukaan. Bahkan tokoh vokal yang menyuarakan orang-orang hilang pun turut dibunuh dan hingga sekarang masyarakat Indonesia berhasil dicuci otak dengan melupakan kasus-kasus tersebut terutama otak intelektual di balik kasus-kasus pembunuhan baik karakter maupun fisik.

Adapun kasus pembunuhan karakter yang paling mutakhir di Indonesia adalah dijadikannya ketua KPK (komisi pemberantasan korupsi) sebagai otak intelektual di balik kasus pembunuhan pengusaha dengan motif wanita dan uang (pemerasan).

Terlepas dari betul atau tidaknya hal tersebut, Indonesia tentu merupakan negara yang menarik tempat terjadinya hal-hal yang ajaib. selama bertahun-tahun penyangkaan terhadap otak intelektual kasus kriminal menjadi hal yang mustahil sekarang bisa berlangsung dengan spontan. Bahkan mantan jenderal yang menjadi rahasia umum sebagai otak intelektual kasus semanggi pun sekarang malah mendapat dukungan dalam jalur menuju kepemimpinan nasional.

Sebagai pribadi, saya agak bingung harus kagum dengan siapa. Bangsa ini, atau Tokoh yang selalu berhasil mencuci otak bangsa ini.


Kron terbaru

Disclaimer

blog ini merupakan blog pribadi. Tulisan yang dipublikasikan merupakan pendapat berdasarkan pengalaman pribadi penulis. dengan membaca tulisan yang ada di sini penulis dilepaskan dari tanggung-jawab terhadap segala kesan, kerusakan, dan keburukan lainnya setelah membaca blog ini. jika ingin mengutip, silakan sertakan link yang merujuk ke blog ini. Tulisan di blog ini dibuat berdasarkan kapasitas penulis sebagai individu.

Perihal

Nama : Peb Ruswono Aryan
Sebutan : Peb, Pebbie, pe-e-be (peb dieja per huruf)
Kelamin : Male
Tahun Lahir : 1986
Pekerjaan : Tukang Pijat... Keyboard laptop ;;)
Hobi : tidur, minum susu
Olah raga : Wushu, Renang
Habitat : Lab GAIB Informatika ITB, RadioKampus ITB, codena.co.id

lembaran lain

Cari

 

July 2009
S M T W T F S
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
  • about me

  • Blogroll

  • Digital Mark Reader (DMR)

  • GameDevId

  • Inside ITB

  • reklame